Tentang Konferensi Ilmuwan muslim di Daha, Qatar 19 April 2008
“Seorang pakar Geologi berpendapat bahwa Mekkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik Magnetic kutub utara, jadi tidak seperti garis lintang lainnya”.

Ini adalah terjemahan yang muncul di beberapa website dan blog-blog Indonesia, dan kebanyakan kalimatnya sama. (penyakit copy paste-kah?)

Sebagai ahli astronavigasi AKA (=ala Kadarnya)🙂 , penulis cukup bingung dengan maksud kalimat di atas. Sumber awal artikel, yaitu dari BBC, kalimat sebenarnya berbunyi:

“One geologist argued that unlike other longitudes, Mecca’s was in perfect alignment to magnetic north.”

Ya ampun, longitude di terjemahkan lintang…lainnya mencontek mentah-mentah pula…
Mohon dibedakan:
Longitude = bujur
Latitude = Lintang

Ini bisa dimisalkan seperti;
“Jarak rumah itu dari sini selebar sungai Musi” kemudian anda artikan;
“Jarak rumah itu dari sini sepanjang sungai Musi”

Okelah, mari kita maafkan, jadi arti sebenarnya kalimat di atas adalah:
“Seorang pakar Geologi berpendapat bahwa posisi bujur Mekkah persis lurus dengan Utara Magnet, jadi tidak seperti daerah lainnya”.

Pembahasan (ala Genghis Khun🙂 )
Utara magnet (Magnetic North) berbeda dengan Utara Benar (True North). lebih jelasnya baca lagi artikel penulis yang lama tentang Konsekuensi penentuan arah Kiblat dengan menggunakan Kompas. Berikut cuplikan ‘adegannya’:

“Jarum kompas selalu mengikuti arah medan magnet bumi, padahal di setiap tempat arus magnet bumi tidak selalu menunjukkan arah utara sebenarnya (True North) karena kompleksnya pengaruh yang ada di permukaan bumi. Sudut antara utara magnet (Magnetic North) dengan utara sebenarnya (True North) dinamakan Variasi (Variation atau disebut juga Deklinasi MagnetisMagnetic Declination –). Nilai variasi ini selalu BERBEDA disetiap waktu dan tempat.”

Variasi kadang melenceng sedikit ke barat atau ke timur. Di Jepang malah melenceng jauuuh…
Nah, pakar Geologi ini, dalam pemahaman penulis, mengklaim bahwa di Mekkah, ujung jarum kompas akan searah dengan garis bujur, artinya akan selalu menghadap True North. Jadi magnetic north=True North.

Mari kita buktikan dengan perhitungan pakar yang lain:
Program QiblaCalc v1 buatan dr. Monzur Ahmed menyebutkan:
Magnetic Declination at location (Mekkah): 2.65

sedangkan program Moon Calculator v6 yang juga buatan orang yang sama:
1 Januari 2007 00:00 = 2.652
1 Januari 2008 00:00 = 2.678
1 Januari 2009 00:00 = 2.704

Perhitungan Online di website Natural Resource Canada:

Year: 2008 01 01 Latitude: 21° 25.3′ North Longitude: 39° 49.5′ East
Calculated magnetic declination: 2° 49′ East

Googling dengan kata kunci “Magnetic declination=0” dan “Magnetic North=True North” tidak diperoleh hasil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Magnetic North di Mekkah masih melenceng dari True North. Semoga saja penulis salah dalam memahami maksud dari pernyataan ahli geologi tersebut.

Genghiskhun.com