Konferensi para ilmuwan muslim di Doha, Qatar, 19 April 2008, yang berjudul “Makkah Pusat Dunia, Teori dan Praktik”, membahas perlunya mengganti sistem GMT (Greenwich Mean Time) menjadi MMT (Mekkah Mean Time).
(baca di: http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/7359258.stm)

Penggantian sistem tentu saja tidak semudah membalik telapak tangan. Bahkan apabila dilakukan dengan tergesa-gesa hanya akan memperoleh cemooh pihak lain. Oleh karena itu penulis mencoba mengupas konsekuensi yang timbul dengan adanya perubahan sistem ini. Judul tulisan ini –bagian ke dua– karena berhubungan dengan tulisan sebelumnya yang sebenarnya hanya mengungkapkan kegundahan hati saja🙂
Baca tulisan sebelumnya di:
nafanakhun.blogs.friendster.com
atau
nafanakhun.wordpress.com

Implikasi serius apabila MMT di berlakukan:
(Serius?? ya iyalah, masa iya, ya iya dooonk..)
1. Sistem Koordinat Bumi harus berubah; di mana BUJUR Ka’bah (39,83 BT) akan menjadi BUJUR 0.
2. International Date Line (IDL) Berubah
3. Titik pergantian hari, selama ini midnight, berubah menjadi saat SUNSET (Ini bisa optional🙂 ).

No 2 di atas sangat berpengaruh dari segi Ibadah. Perhatikan:
A. Bila Sistem MMT dengan Bujur Ka’bah sebagai IDL (International Date Line)
Ka’bah akan “terbelah” oleh garis IDL yang membujur dari Utara ke selatan, akibatnya daerah sebelah barat ka’bah lebih maju satu hari daripada sebelah timurnya.

===================================================================
“Kalau nggak khusyuk shalat jum’at di sebelah barat ka’bah, lari saja ke timur untuk jumatan besoknya🙂
===================================================================
Yang paling parah adalah, bila Mekkah dinyatakan sebagai permulaan hari. Urutan HARI di Indonesia harus dimundurkan satu hari, artinya selama ini penduduk Indonesia sejak jaman Majapahit sampai sekarang telah melakukan shalat Jum’at pada hari SABTU!

B. Bila sistem MMT dengan IDL-nya +/- 180 bujur Ka’bah
Garis ini persis melalui perbatasan Alaska-Kanada.
Resiko perubahan hari hanya pada bujur Alaska hingga 180 BB, dimundurkan 1 hari.
Penulis lebih cenderung memakai sistem yang kedua ini.

SARAN
Penulis masih tetap setia dengan saran seperti tulisan sebelumnya🙂
1. Integrasi sistem MMT ke dalam GMT dengan memodifikasi rentang menjadi -9:20 s/d 14:40 jam (bukan lagi +/- 12 jam)
2. Tata urutan Hari tidak perlu diubah, hanya saja bagi muslim yang tinggal di daerah bujur 150 BB – 180 BB (Alaska, Hawaii) dianjurkan melakukan ibadah shalat jum’at pada hari KAMIS.

Usulan konkret dan murah khan??

Genghiskhun.com
PS.
Konon ada Ilmuwan perancis bernama Yasin As Syauk, pencipta arloji Mekkah yang juga bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat dari semua tempat dipermukaan Bumi.
Sebelum barangnya sampai di tangan kita (entah kapan sampainya..), marilah terlebih dulu mempelajari skema penentuan arah kiblat dengan bantuan matahari dan bintang di:
http://Genghiskhun.com/download