Bekasi, 21 april 2008
Persis hari Kartini; simbol kesetaraan gender.
(BUKAN kesetaraan “kasta”, buktinya Kartini masih memajang gelar R.A. di depan namanya😛 ).

Alkisah penulis sedang mencari tempat afdruk foto di sekitar terminal Bekasi (dan gak ketemu-ketemu)
Aha…tiba di daerah kampus!

STIE..(entah lupa), pasti di sekitarnya banyak rent komputer. Jadi nanti file foto yang ada di Flashdisk penulis cukup di print saja, tidak perlu ke tempat cuci cetak foto.
Dua warnet kemudian di masuki, namun ternyata tidak bisa melayani, printer rusak.
Tepat berjalan di depan sebuah Fotocopy terlintas tulisan …Flashdisk……bla..bla
“Ini semoga bisa..,” pikir penulis
==

“Bisa Mas, mana file-nya,” jawaban mantap penjaga tempat Foto copy.
Langsung saja penulis ulurkan sebuah benda sebesar korek api ke tangan penjaga yang dengan sigap dicolokkannya ke USB Komputer. Penulis menunggu sambil baca koran, sesekali melirik ke arah penjaga yang asyik bermain Photoshop. Kebetulan komputer di posisi menyamping.
” Mas fotonya dipotong segini dan segini,” aba-aba penulis sambil isyarat tangan menyilang di dekat telinga dan dada.
Mas penjaga mengangguk.
Setelah itu dijalankannya program Corel Draw untuk membuat ukuran foto 2×3, 3×4 dan 4×6 yang siap cetak.
Hasilnya…..foto jadi memanjang dan wajah penulis jadi gepeng.
“Lha kok jadinya gini?” protes penulis
“Mas khan yang tadi bilang dipotong segini saya ngikut saja..”balas penjaga
“Waktu motongnya tadi mas gak pake ratio? (penulis agak lama menjelaskan istilah ini takut menyinggung; “gak pake ratio” nanti dikira “gak pake otak😛 ”
Setelah lama protes dan kelihatannya masnya gak ngerti juga, akhirnya penulis minta ijin minjam komputer untuk ngedit sendiri.
“Silahkan..”ujar mas-nya
===

Adobe Photoshop, program grafis 2 dimensi yang terkenal dan sering dipakai untuk mengedit foto/ gambar di tempat-tempat cuci cetak foto, sayangnya penulis TIDAK PERNAH berminat dengan program ini karena kurang suka 2 dimensi.
Bila membutuhkan edit grafis 2 dimensi, penulis cenderung membiasakan diri dengan program GIMP (GNU Image Manipulation Program) (karena Freeware🙂 )
Akibatnya menjalankan Photoshop agak canggung & bingung..
“Di mana ya tombol crop-nya?” pikir penulis, “Cuek, sok tau & sok pinter aja deh😛 ….(seperti biasanya)
Setelah ketemu tombol crop-nya, dilanjutkan dragging mouse di area foto.
Lho?? mana ratio-nya??
Saat itu penulis sudah siap cropping tetapi mencari ratio (perbandingan ukuran gambar yang akan dihasilkan) tidak diketemukan. Akhirnya menyerah….
Membayar biaya cetak foto lonjong, berterima kasih sama Mas penjaga lalu pamitan.
Duh, Photoshop payah…(atau penulisnya yang payah?)
Yang jelas, makin cinta sama GIMP gara-gara masalah ini.

Genghis Khun