Seorang TS, sebut saja “Soe”, sehabis berbelanja laptop merk ACER Aspire 4720Z dengan sistem operasi Linux yang ternyata mirip DOS (Entah Linux Distro apa, hari gini desktop hitam putih😛 ?).

Padahal kekuatannya lumayan juga:
– Intel Dual core 1,8 GHz
– RAM 512 Mb
– HD 120 Gb

Kemudian si “Soe” ini meminta bantuan penulis, OS-nya kepengen diganti dengan OS Windows XP. Penulis pun menyanggupi.
CD instalasi windows XP pun segera dimasukkan ke dalam DVD combo laptop.
Eh Ndilalah..mak jegagik..Mak jegungguk..mak erot..
Instalasi XP ini tidak mendeteksi adanya hard disk dalam laptop!
Belum menyerah, CD WinXP dikeluarkan diganti dengan Linux Knoppix Live CD dengan dugaan:
Bahwa filesystem Linux di harddisk tidak dideteksi oleh WinXP, oleh karena itu akan di partisi & format ulang dengan filesystem Windows (FAT/ NTFS) menggunakan QTParted yang ada di Live CD Knoppix.
Eh ternyata Knoppix juga tidak mendeteksi adanya Harddisk…
Diganti lagi dengan CD Win Vista…aha..terdeteksi.
Harddisk lalu di partisi & format sesuai filesystem Windows.
Masalahnya “Sue” ngotot pengennya WinXP bukan Win Vista.
Oke deh CD instalasi XP dimasukkan lagi ke DVD ROM..
Harddisk tidak terdeteksi lagi!
Dicoba lagi dengan Live CD Linux Knoppix & Ubuntu, juga tidak terdeteksi.
Sampai tahap ini OS Linux asli/ bawaan laptop ini sudah hilang karena perlakuan penulis!

Penulis pun menyerah (menyerah dalam hal memberi bantuan secara gratis😛 ) dan menyarankan agar “sue” kembali ke tempat penjual laptop minta diinstalkan WinXP.
Karena melihat pemiliknya merasa kecewa melihat laptopnya malah jadi kosong melompong penulis menawari:
– Penulis mau melanjutkan usaha instal OS WinXP asal menerima kompensasi jasa, kira-kira standar jakarta 50-100rb.
(Menurut majalah PCMedia cara profesional ini dianjurkan agar lebih bertanggung jawab terhadap resiko. Bayangkan kita menolong orang tanpa pamrih & menghabiskan waktu, ternyata malah terjadi kerusakan. Bisa jadi orangnya bukan malah berterima kasih tetapi kita malah disuruh ngganti)
– Bila Windows XP tidak bisa masuk, tidak ada kompensasi.

Rekan penulis menyetujui dengan kesepakatan Rp. 100rb masuk WindowsXP.

Baru pertama kali penulis mengalami masalah laptop seperti ini sehingga butuh waktu lama & melelahkan untuk mengeluarkan “jurus-jurus instalasi” yang pernah dipelajari sebelumnya.
Mulai dari rencana diisi dulu dengan Windows Millenium sampai harddisk diinstal WinME di laptop lain, tetapi cara ini ditolak oleh pemilik karena ruang harddisk di laptop masih tersegel garansi.

Sebenarnya dulu penulis pernah mengalami masalah seperti ini, tetapi di komputer PC dengan harddisk yang memakai kabel SATA (Entah komputer milik siapa lupa😛 ). Ini yang menyebabkan trauma psikis dengan kabel SATA, seperti halnya trauma dengan filesistem NTFS, sampai sekarang. Setelah hampir menyerah (lagi), pikiran penulis tertuju ke arah BIOS…

Setting BIOS menunjukkan ada 2 pilihan mengenai sambungan harddisk; yaitu SATA (default) & IDE. setting ini lalu di ubah ke IDE dan hasilnya? instalasi windows XP langsung lancar..

Ada dua keuntungan dari pengalaman ini:
1. Rp. 100.000🙂
2. Ilmu

Genghis Khun