“Jam Bintang”: dari Belahan Bumi Selatan
Karena “Jam bintang” hanya perkiraan, maka tidak ada salahnya mencoba melihat dari belahan bumi selatan dengan memperkirakan posisi bintang Polaris. Untuk itu Kompas mutlak diperlukan kecuali kita benar-benar yakin mengetahui arah utara.

Tetapi bila kebetulan rasi Ursa Mayor sedang menampakkan diri, menjadi lebih mudah karena “sabuk beruang” ini bila ditarik garis lurus akan menunjukkan arah utara. (Pembahasan tentang ini klik di
sini ).
Dengan kompas? Berarti harus ngitung koreksi variasinya juga?
Tentu saja, tetapi untuk contoh ini kita anggap arah jarum kompas menunjukkan arah Utara Benar (true north) (Perhatian: True North berbeda dengan Magnetic North, baca di sini)
Dari Jawa, sudut Polaris kira-kira 6 – 7, 5 derajat di bawah horizon. Caph dan Megrez dalam suatu kesempatan mungkin keduanya tidak terlihat. Tetapi rasinya, Cassiopeia atau Ursa Mayor/ Bintang Biduk tetap kelihatan karena sangat besar.
Dibawah ini adalah langit malam tanggal 10 Januari dilihat dari Yogyakarta;
Temukan arah utara dengan kompas kemudian perkirakan posisi Polaris.
Temukan “KAPOLRES”-nya. Malam itu hanya Caph yang kelihatan, bayangkan garis lurus dari Caph ke perkiraan Polaris-Megrez. Perkiraan jam bintang menunjukkan 16.30.
screenshot054.jpg
Tanggal 10 Januari kira-kira 9 ½ bulan sesudah 21 Maret; 9 ½ bulan x 2 jam= 19 jam. Jam 16.30- 19 jam= jam 21.30.

Demikian perkiraan waktu dengan melihat langit malam.

Genghis Khun

Rujukan:
1. Graham Thomson, “Telling Time by Stars”,
2. John P. Pratt, “Telling Time by Sun and Stars”, http://www.johnpratt.com/items/astronomy/index.html
3. KStar Desktop Planetarium Linux Knoppix 3.8