Suatu malam cerah tanpa mendung, dua orang pemuda sedang dalam perjalanan dari Singaraja menuju Denpasar, Bali. Setiba di tepi telaga Bedugul yang berhawa dingin menusuk tulang, mereka menghentikan laju motornya untuk melepas penat.
“Eh..Jam berapa sekarang?”
Segera teman yang diboncengnya menengok arloji pergelangan tangan, ternyata mati. Melihat jam di handphone ternyata baterenya juga habis. Adakah penunjuk waktu lain yang dapat dipercaya?


Sebenarnya kita mempunyai “jam bintang”, jam yang tidak perlu batere. Yang digunakan sebagai pusat “jarum penunjuk jam bintang” adalah Polaris, bintang kutub utara, oleh karena itu dari belahan bumi selatan pembahasaanya agak sedikit rumit. Yang perlu diingat, tanggal 21 Maret tengah malam adalah posisi jam 00.00, ditunjukkan oleh garis khayal dari Caph-> Polaris–> Megrez (KAPOLRES untuk menghapal). Caph termasuk rasi Cassiopeia yang kadang-kadang juga dinamakan konstelasi W atau M, sedangkan Megrez merupakan pangkal ekor bintang Biduk/ Jung/ Beruang besar (Ursa Mayor). Jangan khawatir, kedua rasi ini paling mudah untuk dikenali.
Posisi seperti gambar dibawah ini sama bila dilihat dari seluruh belahan utara bumi pada 21 Maret jam 00.00 zona lokal;
jambintang1.png“Jam Bintang”: Dari belahan bumi Utara
“Jam bintang” digunakan bila pada suatu malam kita tidak tahu saat itu jam berapa, karena mungkin lupa/ tidak membawa jam tangan. Putaran jarum berlawanan arah dengan jarum jam yang kita punyai. Posisi jam 00 nya bergeser 4 menit setiap hari; atau ¼ jam tiap minggu, atau dua jam per bulan. (4 menit x 30 hari = 120 menit= 2 jam/ bulan).

Contoh langit dilihat dari Osaka, Jepang pada tanggal 10 Januari, Polaris terlihat jelas;
screenshot051.jpg
Langit Osaka tanggal 10 Januari menunjukkan jam 00.00

Posisi jarum “Jam bintang” dikurangi dengan sejumlah J jam, maka waktu lokal dapat diketahui. J jam dihitung dari patokan tanggal, yaitu 21 Maret.

Langkah-langkah membaca Jam Bintang;
Temukan “KAPOLRES” nya, (Caph-Polaris–Megrez) di langit utara. Bayangkan garis lurus dari Caph-Polaris-Megrez. Perkirakan arah jarum. Misalnya pada suatu malam tanggal 21 Oktober anda sedang berada di ujung utara pulau Halmahera dan jam tangan anda rusak. Ternyata Megrez tidak kelihatan karena di bawah horizon, namun tidak mengapa. Bayangkan saja garis lurus dari Caph-Polaris-kemungkinan arah Megrez. Perkiraan jam 17.00.

screenshot052.jpg

Hitung jumlah bulan setelah bulan Maret. 21 Oktober adalah 7 bulan setelah 21 maret. 7 bulan x 2 jam= 14 jam.
Kurangi posisi jam bintang dengan jumlah perhitungan bulan. Posisi saat itu jam 17.00 dikurangi 14 jam= jam 03.00. Berarti saat itu jam 03 pagi.Contoh yang lain, malam hari di Banda Aceh pada tanggal 7 Mei:
Temukan “KAPOLRES”-nya. Ternyata Caph tidak kelihatan, bayangkan garis lurus dari kemungkinan arah Caph-Polaris-Megrez. Perkiraan jam bintang menunjukkan 02.00.
screenshot053.jpg
Tanggal 7 Mei kira-kira 1 ½ bulan sesudah 21 Maret; 1 ½ bulan x 2 jam= 3 jam.
Jam 02.00 dikurangi 3 jam= jam 23.00.
(Bersambung)