Animasi_gp
Setelah sebelumnya mempelajari cara memperkirakan arah kiblat dengan bantuan matahari, kali ini kita akan mencoba dengan melihat bintang di malam hari, dari seluruh tempat dipermukaan bumi. Bagaimana caranya?

Skema Universal buatan penulis tetap akan digunakan, namun ada beberapa istilah lagi yang perlu diketahui.
Ah….pusing! Bintangkan letaknya di langit!? *protes*
Benar, oleh karena itu anda membutuhkan GP atau Posisi Geografik.

GP (Geographic Position, Posisi Geografik)
GP arti mudahnya adalah pencerminan/ proyeksi bintang di permukaan bumi. Bayangkan saja sebuah lalat yang terbang di bawah lampu, bayangannya di lantai akan kita namakan GP Lalat. Konsekuensinya GP selalu berubah setiap saat, bergeser terus dari timur ke barat (karena perputaran bumi.. eh langit…eh..siapa sih yang sebenarnya berputar?).

Sistem Koordinat Langit
Oleh para astronom, Bintang-bintang dipetakan dalam koordinat laiknya koordinat bumi, dinamakan dengan Dec (Deklinasi; seperti halnya garis Lintang Bumi) dan RA (Right Ascension; analog dengan Garis Bujur). Misalnya Koordinat Betelgeuse adalah Dec: 7°24.6’N, RA: 5:55:38
Karena efek perputaran bumi, maka bintanglah yang seolah-olah berputar dari Timur ke Barat bila dilihat dari Bumi. Oleh karena itu, astronom–sekaligus navigator– yang mengandalkan penentuan posisi berdasarkan benda-benda langit *seperti penulis😀 * memerlukan koordinat lain yang lebih ”membumi”. Dec (Deklinasi) sudah pasti identik/ sama dengan Garis Lintang. Bagaimana dengan Right ascension?
Right ascension dihitung mulai dari suatu ”tempat” di langit yang dinamakan Vernal Equinox(seperti halnya Garis Bujur yang disepakati dimulai dari Greenwich).
Koordinat Bumi dan Langit adalah dua sistem koordinat yang berbeda. Bagaimana menggabungkannya?

Koordinat GP= Dec, GHA (Greenwich Hour Angle)
GP/ Posisi Geografik/ Proyeksi Bintang bergerak terus, Setelah melewati meridian Jakarta, beberapa menit kemudian akan melewati New Delhi,…Mekkah, Greenwich,.. esoknya jakarta lagi dst. Nilai inilah yang akan menggabungkan koordinat langit dan bumi. Mengambil satu tempat sebagai patokan universal; Meridian Greenwich, sehingga nilai bujur GP bintang/ obyek langit dinamakan GHA, Greenwich Hour angle. GHA adalah waktu/ nilai sudut yang dibutuhkan obyek langit untuk mencapai/ meninggalkan Meridian Greenwich. *Lagi-lagi Greenwich…sebeel…*
Nilai Meridian Greenwich adalah 0, lalu bergeser ke arah barat. Berputar penuh 360=0 lagi. Jadi;
GHA 90° = 90° BB
GHA 270°= 90° BT
(Penulis sebenarnya bermaksud memakai istilah JHA, Jakarta Hour Angle, agar ”lebih Indonesia” gitu… . Tetapi istilah ini tidak dikenal dalam navigasi langit, selain itu menjadi tidak universal lagi)

Nah sekarang kita punya sistem koordinat GP, ”perpaduan bumi-langit”, yaitu Dec, GHA (bukan lagi Dec & RA atau Lintang & Bujur). Dan untung pula ada rumusnya;
======================

GP bergeser 1° ke barat tiap 4 menit dan 1° ke barat tiap hari

======================
Cuma ini kok yang harus diapalin. Sedangkan nilai Dec (Deklinasi) relatif stabil.

Di bawah ini tabel koordinat GP bintang. Patokan tanggal 21 Maret 2008 jam 12.00 GMT. Bila anda terbiasa mendongak ke langit, bintang2 yang direkomendasikan untuk navigasi langit ini mungkin sudah tidak asing lagi? (Baca lagi ulasan tentang Peta Langit di blog yang lama


===================================
Acamar     = Dec:40°16.4'S, GHA:314°44.1'
Achernar   = Dec:57°11.8'S, GHA:334°52.6'
Acrux      = Dec:63°08.7'S, GHA:172°36.1'
Adhara    = Dec:28°59.2'S, GHA:254°38.2'
Albireo    = Dec:27°58.3'N, GHA:66°36.8'
Aldebaran= Dec:16°31.7'N, GHA:290°16.7'
Alioth         = Dec:55°54.7'N, GHA:165°45.9'
Alkaid         = Dec:49°16.0'N, GHA:152°23.9'
Al Na'ir    = Dec:46°55.2'S, GHA:27°11.5'
Alnilam    = Dec: 1°11.8'S, GHA:275°13.0'
Alphard    = Dec: 8°41.8'S, GHA:217°22.3'
Alphecca  = Dec:26°40.9'N, GHA:125°36.7'
Alpheratz = Dec:29°08.2'N, GHA:357°10.7'
Altair          = Dec: 8°53.1'N, GHA:61°35.0'
Ankaa          = Dec:42°15.7'S, GHA:352°42.5'
Antares     = Dec:26°27.1'S, GHA:111°53.6'
Arcturus    = Dec:19°08.6'N, GHA:145°21.3'
Atria           = Dec:69°02.4'S, GHA:106°59.0'
Avior           = Dec:59°32.4'S, GHA:233°42.1'
Bellatrix     = Dec: 6°21.4'N GHA:277°58.9'
Betelgeuse  = Dec: 7°24.5'N, GHA:270°28.2'
Canopus    = Dec:52°42.2'S, GHA:263°20.5'
Capella      = Dec:46°00.7'N, GHA:280°03.1'
Castor           = Dec:31°52.4'N, GHA:245°35.3'
Deneb           = Dec:45°18.3'N, GHA:48°57.2'
Denebola   = Dec:14°31.4'N, GHA:181°59.8'
Diphda      = Dec:17°56.5'S, GHA:348°22.8'
Dubhe           = Dec:61°42.4'N, GHA:193°18.1'
Elnath           = Dec:28°37.0'N, GHA:277°40.3'
Eltanin       = Dec:51°28.8'N, GHA:90°10.6'
Enif           = Dec: 9°54.6'N, GHA:33°13.8'
Fomalhaut = Dec:29°34.7'S, GHA:14°51.2'
Gacrux      = Dec:57°09.6'S, GHA:171°27.7'
Gienah      = Dec:17°35.4'S, GHA:175°18.7'
Hadar           = Dec:60°24.8'S, GHA:148°15.9'
Hamal           = Dec:23°30.2'N, GHA:327°28.3'
Kaus Australis = Dec:34°22.9'S, GHA:83°11.7'
Kochab      = Dec:74°06.9'N, GHA:136°41.1'
Markab      = Dec:15°14.8'N, GHA:13°05.3'
Menkar      = Dec: 4°07.3'N, GHA:313°42.0'
Menkent    = Dec:36°24.7'S, GHA:147°34.5'
Miaplacidus = Dec:69°45.3'S, GHA:221°02.7'
Mirfak           = Dec:49°53.7'N, GHA:308°09.1'
Nunki           = Dec:26°17.2'S, GHA:75°25.9'
Peacock     = Dec:56°42.4'S, GHA:52°48.2'
Polaris           = Dec:89°17.2'N, GHA:320°21.1'
Pollux           = Dec:28°00.5'N, GHA:242°54.8'
Procyon     = Dec: 5°12.5'N, GHA:244°26.1'
Rosalhague = Dec:12°33.0'N, GHA:95°32.7'
Regulus     = Dec:11°55.5'N, GHA:207°09.9'
Rigel           = Dec: 8°11.6'S, GHA:280°38.5'
Rigil Kent = Dec:60°52.3'S, GHA:139°17.7'
Sabik           = Dec:15°44.3'S, GHA:101°39.6'
Schedar     = Dec:56°35.0'N, GHA:349°08.5'
Shaula          = Dec:37°06.6'S, GHA:95°49.8'
Sirius         = Dec:16°43.5'S, GHA:257°59.6'
Spica         = Dec:11°12.5'S, GHA:157°57.7'
Suhail         = Dec:43°28.2'S, GHA:222°17.8'
Vega         = Dec:38°47.0'N, GHA:80°04.4'
Zuben el genubi = Dec:16°04.7'S, GHA:136°32.2'
Sumber:
Software Navigator Light, http://www.tecepe.com.br/nav/

Cat. Ada nama-nama ’berbau’ arab karena memang ditemukan oleh ahli falak muslim.      =================================================

Hampir mirip obyek matahari, cara kerja berdasarkan bintang sbb:
1. Tarik garis dari koordinat kita ke arah Ka’bah di Skema. Buat garis lagi di bola bumi sebelahnya seolah-olah dicerminkan dari garis sebelumnya.

2. Tentukan lintasan bintang (satu/ lebih) yang akan kita jadikan panduan sesuai garis lintang/ deklinasinya, & GHA jam 12 GMT sesuai tanggal. Titik perpotongan antara no.1 dengan no.2 itulah yang akan menunjukkan arah kiblat.
3. Hitung selisih antara titik perpotongan dengan GHA.

Contoh dari Jakarta, hendak melakukan pengamatan tanggal 1 januari 2008.
1. Tarik garis dari koordinat jakarta (6°9’LS, 106°51′ BT) ke arah Kiblat. Buat garis lagi di bola bumi sebelahnya seolah-olah dicerminkan dari garis sebelumnya.

Skema_perkiraan_arah_kiblat_1

2. Tentukan lintasan bintang yang diinginkan & sudah dikenali dengan baik, misalnya Bellatrix (termasuk rasi Orion). Koordinat GP-nya =Dec: 6°21.4’N, GHA 277°58.9′ (Lihat Tabel).
1 Januari = 79 hari sebelum 21 Maret, nilai GHA bergeser ke timur menjadi 198°58.9′ (Ingat rumus), ini adalah jam 12.00 GMT. Plotkan titik koordinat ini di lembar skema (Lihat panduan GHA warna hijau, 198°58.9′ setara dengan koord bumi 161°01.1′ BT).
Skema_perkiraan_arah_kiblat_2
3. Ternyata perpotongan ada di dua titik, yaitu GHA 280°00′ BT dan 73°30′.
#Selisih perpotongan I (GHA 280°00′ BT) dengan ’GHA jam 12’ sejauh 81°01.1′ ke arah barat, atau 324 menit, atau 5 jam 24 menit setelah jam 12, yaitu jam 17.24 GMT. Diubah ke WIB…jreng…. jam 00.24 WIB.

#Selisih perpotongan ke-2 (GHA 73°30′ BB) sejauh 125°29′ ke arah timur, atau 502, atau 8 jam 22 menit sebelum jam 12 GMT, atau, yaitu jam 03.38 GMT. Diubah ke waktu lokal menjadi jam 10.38 WIB. Sudah siang, bintangnya ’tertutup’ sinar matahari.

Silahkan mencoba hari lain, atau hari sama tetapi bintangnya lain. Atau perpaduan antara pengamatan matahari dan bintang. Contoh 2 April 08 dari Semarang:
Matahari menunjukkan arah kiblat jam13:21 WIB, lalu
Betelgeuse= 18.44 WIB.
Aldebaran= 19.05 WIB.
Regulus=23.48 WIB.
Denebola=01.53 WIB.

Alhamdulillah, ternyata kita bisa selalu mengoreksi arah kiblat dari menit ke menit.
Semoga bermanfaat. Saran dan kritik sangat diharapkan.

Naf’an Akhun

Catatan.
Presesi (Precession)
Seperti halnya putaran gasing, bagian atas yang ¨terhuyung-huyung¨ itulah presesi. membutuhkan waktu 26.000 tahun. Dengan adanya gerak presesi, bintang bintang sebenarnya tidak ‘stabil’ berada di tempatnya.
Posisi Vernal Equinox perlahan bergeser ke barat, RA dan Dec juga berubah 1.4 derajat tiap abad atau kira-kira pergeseran RA 1 menit tiap 20 tahun. Oleh karena perubahan koordinat bintang dalam rentang waktu yang lama, maka pergeserannya untuk sementara dapat kita kesampingkan.

Rujukan:
1. Jason Harris and the KStars Team <kstars@30doradus.org>, Desktop Planetarium KStars Linux
Knoppix 3.7.
2. http://jacq.istos.com.au/sundry/navcel.html
3. Software Navigator Light, http://www.tecepe.com.br/nav/
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Messier_object

PS:
skema Perkiraan Kiblat Universal versi terbaru dengan tambahan panduan GHA, Tabel GHA dan Panduan penggunaan.