Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami dengan tarikan yang perlahan-lahan.
Al Furqaan 45.



Ternyata Kompas magnet banyak error yg disebabkan variasi dan deviasi, alias hasilnya kurang bisa dipercaya, maka penulis lebih condong mencoba cara lain.

Perhatikan skema bola bumi di bawah ini
(atau di sini):
Skema_perkiraan_arah_kiblat_mres
Aturannya sebagai berikut:
– Mekkah/ Ka’bah berada tepat ditengah lingkaran yang ditunjukkan oleh perpotongan garis biru vertikal dan horizontal. Dengan posisi seperti ini maka garis koordinat bumi bergeser ke bawah dan melengkung. Garis biru yang vertikal adalah Meridian, untuk menandakan tengah hari pada saat Matahari melintasi garis ini.
– Sudut Matahari terhadap bumi (deklinasi) tiap hari berubah, ditunjukkan oleh garis Ekliptika warna merah yang disertai panduan tanggalnya. Perubahan 1 derajat per HARI.
– Konsep awal penentuan jam 12 adalah ketika Matahari tepat berada di meridian Greenwich. Mencapai Mekkah kira-kira jam 09:21 GMT atau 12:21 waktu Mekkah. Namun pada kenyataannya bumi dalam orbitnya mengelilingi matahari kecepatannya tidak tetap, sehingga jam/ arloji tidak selalu menunjukkan jam 12:21 saat tengah hari. Kadang masih jam 12:10 atau malah 12:35! Ini karena arloji disetel berdasarkan kecepatan rata-rata bumi mengelilingi matahari dalam setahun. Selisih antara waktu rata-rata ini dengan waktu yang sebenarnya di namakan Equation of Time. Nilainya ditunjukkan oleh grafik Equation of Time (kanan bawah).
Eq_of_time_mekkahslim
Misalnya tanggal 10 Nopember, grafik menunjukkan bahwa tengah hari di Mekkah terjadi pada pukul 12:05 Waktu Mekkah.

– Koordinat bujur dalam derajat bila dikonversikan ke bentuk jam mengikuti rumus 1 derajat = 4 menit.

Mari kita mulai, misalnya tanggal 2 April, posisi anda di Jakarta (koordinat 106°51’BT, 6°9’LS), sebagai berikut:
1. Tarik garis lurus dari jakarta ke arah pusat lingkaran/ Ka’bah (namai garis Q). Buat lagi garis Q untuk lingkaran sebelahnya, juga memotong pusat lingkaran.

2. Tentukan Deklinasi dan waktu Tengah hari Matahari (berdasarkan Equation of Time) tanggal 2 April. Berdasarkan panduan diketahui deklinasi 5°LU dan Tengah hari jam 12:24 Waktu Mekkah. Buatlah lintasan sesuai deklinasi dan alur garis lintangnya (namai dengan garis S). Bila antara garis Q dengan S nanti berpotongan, maka hari itu kita bisa menentukan arah kiblat.
Skema_kiblat_jakarta_lres
3. Ternyata berpotongan di dua titik (namai X dan Y). Jika Matahari melintas di titik ini bayangannya akan menunjukkan arah Kiblat (mendekati/menjauhi) tetapi khusus di daerah garis Q saja!
– Titik pertama (X) berada dibujur 84°BT alias sisi timur Mekkah. Jam berapa?
Untuk mengetahuinya hitunglah selisihnya dengan bujur Mekkah terlebih dulu:

Jadi perhitungannya sbb:

Untuk mengetahuinya hitunglah selisihnya dengan bujur Mekkah terlebih dulu:


= 84° - 39,83° 
= 44,17° alias 177 menit alias 02:57
= 2 jam 57 menit sebelum tengah hari di Mekkah (12:24)

2 jam 57 menit sebelum 12:24 adalah
jam 09:27 (pagi hari di Mekkah).

Di Jakarta (WIB) = Waktu Mekkah + 4 jam
= 09:27 + 4 jam
= 13:27 WIB i

Jadi bayangan akan persis ‘menjauhi’ arah Kiblat pada pukul 13:27 WIB.
Sebagai patokan arah kiblat adalah matahari.

– Dengan cara yang sama hitung pula untuk titik perpotongan yang kedua (Y);
Titik Y berada di bujur 76° BB. Selisihnya dengan bujur Mekkah;

= 76° + 39,83°
= 115,83° alias 463,32 menit, alias 07:43,

7 jam 43 menit setelah 12:24 adalah jam 20:07 waktu Mekkah.
Di Jakarta (WIB) = Waktu Mekkah + 4 jam
= 20:07 + 4 jam
= 23:23 WIB tengah malam (memasuki 3 April).
Tengah malam matahari belum terbit.

Ternyata caranya mudah sekali bukan? Bila lintasan Kiblat (Q) dan lintasan matahari (S) tidak berpotongan berarti hari itu memang bayangan matahari tidak pernah menunjukkan arah kiblat, misalnya bulan Desember di Brunei Darussalam. Namun di tempat tertentu pada tanggal tertentu, dalam sehari bayangan matahari bisa menunjukkan arah Kiblat dua kali!
Akurasi perhitungan ini sudah dicek memakai program komputer Accurate Times 5.1.1.2*, dengan selisih hanya beberapa menit. Karena letak Jakarta (atau Indonesia) di sebelah timur Mekkah, selisih sedikit masih bisa dimaafkan. Berbeda dengan letak di utara/ selatan Mekkah, selisih 4 menit menyebabkan penyimpangan sejauh 1 derajat = 60 mil nautika = 111,12 Km! Perhitungan lebih cermat tentu hasilnya lebih akurat.
Skema resolusi tinggi ada di di halaman Download.
Semoga bermanfaat!

Genghis Khun

*Program ini merupakan salah satu program komputer yang direkomendasikan pemakaiannya oleh Pusat Studi Falak Muhammadiyah. (http://www.ilmufalak.org/).