“This river move like a snake in the sun,
eyes of the snake rest under the sun,
and then to the moon does not move”

Teka-teki yang harus dipecahkan oleh D’Leh, tokoh utama dalam film 10.000 BC dalam rangka mencari para penculik warga suku-termasuk istri-nya.
(lagi…)

Malam pertama di Jakarta setelah berbulan bulan tinggal di bagian timur Indonesia, ada kesedihan menyeruak tatkala mendongakkan wajah menghadap langit.
(lagi…)

“Jam Bintang”: dari Belahan Bumi Selatan
Karena “Jam bintang” hanya perkiraan, maka tidak ada salahnya mencoba melihat dari belahan bumi selatan dengan memperkirakan posisi bintang Polaris. Untuk itu Kompas mutlak diperlukan kecuali kita benar-benar yakin mengetahui arah utara.
(lagi…)

Suatu malam cerah tanpa mendung, dua orang pemuda sedang dalam perjalanan dari Singaraja menuju Denpasar, Bali. Setiba di tepi telaga Bedugul yang berhawa dingin menusuk tulang, mereka menghentikan laju motornya untuk melepas penat.
“Eh..Jam berapa sekarang?”
Segera teman yang diboncengnya menengok arloji pergelangan tangan, ternyata mati. Melihat jam di handphone ternyata baterenya juga habis. Adakah penunjuk waktu lain yang dapat dipercaya?
(lagi…)

Tulisan sebelumnya telah dibahas konsekuensi penentuan arah kiblat dengan menggunakan kompas
, karena sudut yang umumnya dipublikasikan untuk daerah masing-masing adalah True North (padahal jarum kompas menunjukkan arah Utara Magnetis/ Magnetic North).
Kali ini kita akan menentukan arah kiblat dengan ”kompas alami”, yaitu rasi bintang. Kemudian bantuan Busur Derajat atau skala derajat yang tertera di Kompas (bukan dengan jarum kompas).
(lagi…)